Salah satu alumni Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) UNIDA Gontor yang bernama Muhammad Nur Mustakim atau akrab dipanggil Cak Takim kini telah bekerja sebagai Kepala Gudang di perusahaan Prima Food Cabang Bali. Prima Food merupakan member dari Charoen Pokphand yang memproduksi frozen food, seperti nuget Champ, Akumo, Ayam Frozen, dan Ayam Partingan.

Ketika diwawancarai via online, mantan anggota Dewan Mahasiswa (Dema) UNIDA ini menuturkan banyak kesinambungan antara materi kuliah dengan dunia kerja yang digelutinya sekarang. “Hubungan dan kesinbambungannya banyak Bu, apalagi mata kuliah Manajemen Logistik, hehehe” ungkapnya. Jobdesk yang menjadi tanggungjawabnya adalah penerimaan barang, penyimpanan barang, dan pengiriman barang. Disini, juga diterapakan quality control seperti di mata kuliah pengendalian mutu dan sistem manamajemen mutu ketika di perkuliahan.

Awal mula bekerja sebagai fresh graduate ada rasa kekhawatiran, takut kalah pengalaman dengan yang sudah senior. Namun, dengan kepercayaan diri dan iringan doa, akhirnya bisa diterima di perusahaan ini. “Awal mula, Oktober tahun lalu saya apply di Charoen Pokpand sebagai staff logistik. Ehhh tapi ‘dilempar’ ke Prima Food sebagai Kepala Gudang”,kenangnya. “Ketika interview saya jujur bilang kalau tidak ada pengalaman sama sekali. Lalu ditanya beberapa teori warehouse. Saya jawab sesuai dengan materi yang saya dapat di mata kuliah manajemen logistik. Kemudian manajer waktu itu bilang, ya sudah coba saja dulu, Dan saya coba sampai sekarang sudah satu tahun, hehehe,”cerita pria berkacamata ini.

Suka duka dalam bekerja sebagai fresh graduate selama satu tahun ini diungkapkannya. “Kadang waktu hari libur, bisa masuk kalau ada kepentingan mendesak. Pada dasarnya, tempat saya ini kan ritel bu. Jadi goal nya adalah sales. Jadi kalau sudah ada tuntutan sales besar, saya harus pol-polan. Karena akan banyak permintaan barang dalam sehari. Yang paling menyebalkan sih, kalau misalnya ada event dari Pemprov. Prepare-nya dari subuh bu. Jadi saya sama staf saya harus sudah ready sebelum subuh. Selain itu, bagi saya yang paling menantang itu dalam hal mengatur banyak orang. Apalagi banyak yang usianya lebih tua jauh di atas saya.” pungkasnya.

Di akhir percakapan kami, tidak lupa saling mendoakan agar lancar kerjanaya. Dan menyemangati agar tetap semangat dalam bekerja dibalik banyak suka duka dan tantangan yang dihadapi. Karena di era pandemi Covid 19 banyak orang kehilangan pekerjaan dan susah mendapakatkan pekerjaan. [Agensy/Ed. Abu Ali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *