Pada Ahad, 7 Februari 2021 diadakan Audit Mutu Internal (AMI) di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, hal ini bertujuan untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas

proses pembelajaran.

Pembukaan dibuka oleh Mister Chairman (MC) Al-Ustadz Gusti Randy Pratama, S.T., M.Si. pada pukul 09.11 WIB. “Semoga (AMI ini) banyak memberikan perbaikan untuk mengetahui apa yang perlu Prodi TIP tingkatkan” begitu sambutan dari perwakilan dekanat Fakultas Sains dan Teknologi oleh Al-Ustadzah  Agensy Nurmaydha, S.T.P.,M.T. kemudian sambutan dari perwakilan auditor yaitu Al-Ustadz Imam Haryadi, M.S.I “Auditor sifatnya konfirmasi bukan menghakimi atau menghukumi sesuai dengan etika auditors” pungkasnya, yaitu sesaui dengan standar penilaian dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi) yang merujuk ke 9 kriteria. Tim auditor terdiri dari 3 orang yaitu Al-Ustadz Imam Haryadi, M.S.I, Al-Ustadzah Ratih Andhika Akbar Rahma, S.ST., dan Al-Ustadzah Zulfatus Sa’diah, S.H.I., M.E.

Selanjutnya acara memasuki intinya, yaitu Proses Asesment, langsung dimulai dari kriteria 3 bidang kemahasiswaan. Auditor menyampaikan, jika Unit Pengelola Program Studi (UPPS) ingin menambahkan panduan penerimaan mahasiswa baru maka UPPS membuat diagram alur atau SOP lanjutan dari buku pedoman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), apa yang harus dilakukan mahasiwa hingga masuk ke perkuliahan. Hal ini bisa diklaim sebagai bukti implementasi, sehingga naik ke penilaian 3. Namun, bukti implementasi masih belum ada. Untuk peningkatan perlu pembuatan SK ketika prodi dilibatkan dalam proses penerimaan mahasiswa baru untuk pembuatan soal MIPA. Dan jika sudah ada bank soal itu bisa menjadi bukti implementasi walaupun tidak secara langsung. Adapun bukti SK SAIT dan TIP Corp sudah ada sebagai wadah Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Jika mau naik di level 3, maka untuk bukti implementasi, perlu diadakan laporan tahunan dari kelompok mahasiswa yang berisi tentang program kerja, kegiatan, dan jika ada evaluasi maka bisa naik ke level 4. Mungkin bisa diawali dengan dokumentasi kegiatan secara keseluruhan dahulu sebagai bukti implementasi. Lalu dilanjutkan audit pelayanan mahasiswa dengan adanya bukti buku kendali Pembimbing Akademik. Auditor menambahkan sebagai catatan untuk prodi yaitu controlling mahasiswa, dengan mengadakan bukti KRS copian mahasiswa, diwujudkan seperti jilidan jurnal dalam kurun waktu tahunan. Kemudian diadakan sosialisasi penerimaan beasiswa namun mahasiswa belum ada yang lolos untuk mendapatkan beasiswa.

“Senioritas perlu diaktifkan di HMP”, begitu saran Auditor, yaitu kakak tingkatnya diberi wewenang untuk mengkoordinir adek tingkatnya. Dan monitoring perlu diadakan dengan sistem dokumentasi yang harus ditindaklanjuti. Juga diadakan buku khusus layanan mahasiswa yang berisi mekanisme, strategi prosedur layanan pembuatan surat, layanan beasiswa dan kesehatan. Sedangkan bentuk evaluasi dan tindak lanjut tertuang dalam laporan kegiatan, diserahkan ke fakultas, di level fakultas akan dibahas dan menghasilkan laporan akhir hasil evaluasi tahunan. Untuk Formnya sudah ada dari Badan Penjaminan Mutu (BPM).

Selanjutnya masuk Proses Asesment kriteria 4, berikut poin-poin yang tercatat dari Auditor:

  1. Untuk menarik jumlah mahasiswa baru ke prodi TIP, di pondok ada Sains Club (laboratorium kimia) ini bisa dimanfaatkan untuk promosi pengenalan kepada santri agar dapat menarik minat belajar di TIP. Rencana dapat diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkala terhadap Sains Club.
  2. Auditor menyarankan setiap dosen harus membuat BKD walaupun belum memiliki NIDN dengan cara dikarantina dan dibudayakan. Atau mengambil waktu sedikit di akhir rapat rutin ketika menjelang UAS.
  3. Saran untuk meningkatkan kompetensi bisa diikutkan laboran K3 untuk menunjang keselamatan penggunaan alat laboratorium.
  4. Diharapkan bisa mengkader mahasiswa yang sudah lulus untuk lanjut studi. Hal ini bisa diajukan ke Warek 2.
  5. Bagaimana kegiatan pKM agar terdokumentasi sesuai standard pelaporan, LPPM perlu membuat standart laporan pKM.

AMI memasuki proses asesment kriteria 5 dengan catatan sebagai berikut:

  1. Berita acara rapat RKAT yang dimiliki rektorat bisa diklaim sebagai bukti tindak lanjut untuk mencapai level 4. Pada lembaran akhir dokumen RKAT bisa ditulis ada ketercapaian, keterserapan dan kedepannya apa yang mau dicapai.
  2. Jika ada hasil penelitian produk jadi, contohnya brownies tahu, dll. Itu bisa naik ke level 4.
  3. Foto dokumentasi di laboratorium.

Selanjutnya memasuki proses asesmen kriteria 6, adapun catatannya sebagai berikut:

  1. Dosen Islamisasi dan dosen LB belum ada legalisasi / tanda tangan pada dokumen kurikulum.
  2. Saran dari Auditor, peninjauan RPS dilakukan setiap semester, termasuk monev.
  3. Monev lewat google form saat sebelum UTS dan menjelang UAS tertuang dalam laporan ke fakultas.
  4. Ditambahkan monev integrasi dan implementasi penelitian atau pKm pada pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pembelajaran Semester mata kuliah.

Memasuki proses asesment kriteria 7 dan 8, hanya ada satu poin yang tercatat yaitu untuk yang mendapatkan Hibah Dikti sudah ada dokumentasi proposal, laporan dan publikasi, namun untuk mandiri belum terdokumentasi dengan baik (proposal dan laporan belum ada) masih fokus di luaran saja.

Adapun poin dalam asesment kriteria 9 adalah belum adanya pemangku kepentingan internal dan eksternal untuk mencapai level 4, sehingga masih tetap berada di level 3.

Acara AMI berjalan dengan lancar dengan cara tanya jawab. Terakhir, AMI ditutup dengan sambutan dari Ka. Prodi TIP “Prodi TIP Sudah melakukan AMI yang ketiga kalinya dengan berbagai catatan yang ada. Budaya mutu perlu dilaksanakan di semua level. Yang terpenting kita bisa evaluasi diri untuk mencapai target akreditasi dan naik tingkat dari level sebelumnya.” Tutup Al-Ustadz Muhammad Nur Kholis, M.Si.

[Anita/Ed. Abu Ali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *